Sejarah Kalurahan

Pada masa otonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada saat itu Kawedanan Berbah dijabat oleh Wedono Projo Sutirto. Atas usul beliau penamaan penggabungan desa di wilayah Berbah semuanya menggunakan nama belakang Tirto. Pada sekitar tahun 1946, Desa Kalitirto yang merupakan penggabungan 2 (dua) Kalurahan lama, yaitu :

  1. Kalurahan Tanjungtirto, yang dipimpin oleh Joyo Sentono yang beralamat di Padukuhan Tanjungtirto, membawahi :
    1. Padukuhan Sumber Kidul
    2. Padukuhan Sumber Kulon
    3. Padukuhan Sumber Lor
    4. Padukuhan Karang
    5. Padukuhan Pondok Kulon
    6. Padukuhan Tanjungtirto
    7. Padukuhan Jebresan
    8. Padukuhan Kalipentung
    9. Padukuhan Teguhan
    10. Padukuhan Mangunan
  2. Kalurahan Kaliajir, yang dipimpin oleh Harjodipuro, yang beralamat di Padukuhan Karangduren-Bedilan, membawahi :
    1. Padukuhan Berbah
    2. Padukuhan Demangan
    3. Padukuhan Baran
    4. Padukuhan Bedilan
    5. Padukuhan Kaliajir Kidul
    6. Padukuhan Kaliajir Lor

Pasang surut pemerintahan tersebut, tidak terlepas dari situasi pada saat itu dimana terjadi pengalihan kekuasaan nasional dari Pemerintah Hindia Belanda, kepada Jepang dan akhirnya kepada pemerintah Republik Indonesia. Raja Yogyakarta pada saat itu Sri Sultan Hamengkubuwono IX, berupaya mereformasi birokrasi pemerintah Yogyakarta, yang juga berimbas pada perubahan status dan hirarki pemerintah desa dengan dijadikannya 1 (satu) Desa yaitu Desa Kalitirto sekitar tahun 1946.

Adapun yang menjabat sebagai Kepala Desa/Lurah Desa Kalitirto sebagai berikut :

  1. Margono (beralamat di Pondok Kulon) periode 1946 s/d 1957
  2. Hardjo Suprapto (beralamat di Tanjungtirto) periode 1957 s/d 1980
  3. Sumartono (beralamat di Tanjungtirto) periode 1980 s/d 1995
  4. Drs. H.Fz. Joko S. Santoso (beralamat di Kaliajir Lor) periode 1996 s/d 2000
  5. H. Suparwoto (beralamat di Karangduren, Bedilan) periode 2002 s/d 2007
  6. H. Sudardjo, BE. (beralamat di Sumber Kidul) periode 2009 s/d 2013
  7. H. Suparwoto (beralamat di Karangduren, Bedilan) periode 2013 – 2016
  8. Arihadi (beralamat di Sumber Kulon) periode 2020 s/d sekarang