Dahulu kala tahun 1923 padukuhan kalipentung adalah sebuah sungai yang besar dan ada mata air yang sangat besar, kemudian semua warga sepakat untuk menutup mata air tersebut dengan cara memberikan sesaji berupa kepala kerbau dan doa sesepuh yang di ada di kalipentung, dan akhirnya pun mata air tersebut mati dan jadilah padukuhan kalipentung (kali = sungai, pentung = pentungan).