Mbah mbedhil memiliki peliharaan kuda yang dinamai “Turonggo Cemeng” konon menurut mbah kino (juru kunci makam mbah mbedhil) dahulu kuda tersebut sering menampakkan dirinya disekitar bedilan, oleh karena ada warga yang merasa terganggu akhirnya setiap hari hari tertentu makam tersebut di beri sesajen atau upacara khusus untuk menghormati, menjaga agar kuda dan negative lainnya tidak mengganggu warga