Dahulu, Padukuhan Teguhan menjadi pusat pengolahan hasil bumi. Belanda mendirikan Pabrik Gula Tanjungtirto dan Pabrik Pengeringan Tembakau, lengkap dengan rumah-rumah kolonial untuk para pekerja Eropa. Kini, bangunan tua itu masih berdiri kokoh. Beberapa digunakan sebagai tempat tinggal warga, kantor
polisi dan koramil, sekolah.